Friday, 14 April 2023

BARANGKALI

 Barangkali
Aku bukanlah jejaka tampan itu
Yang seringkali bermain
Dan berlari-lari
Melewati mimpi-mimpimu
Yang sebagaimana selalu
Engkau ceritakan padaku.
   Barangkali juga
   Engkau bukan bunga itu
   Yang bakal mengharumi
   Ruang kamarku
   Yang masih sunyi dan sepi
   Tanpa lagu.













ANGIN FEBRUARY

 Dan bila January berinsut lalu
Tercuit anak rambut gadis ayu
Angin February menyapa rindu
Melewati secebis kedamaian
Diri merenung wajah hari depan.
  Berguguran dedaun nan kering
  Mengimbau ingatan kelmarin
  Pada sebuah sketsa hari lahir
  Di perutmu January.
Lalu terlukis sebuah nostalgia
Yang bisa mencatat sejarah
Tentang erti kasih yang murni
Dan juga restu wajah-wajah tua.
  Terbelaikah rindu itu gadisku
  Melewati penantian dan harapan
  Yang aduhai manisnya
  Dan indah tak terbicara
  Sebuah restu debaran adalah
  Secebis bicara tentang hari bahagia.
Sepoi angin February
Sketsa cinta kasih murni.










KERANA KAU MEMBISU, SAJAK INI KUTULIS

Ku kutip mutiara laut
Ku jadikan jambatan kasih
Agar aku bisa menjengukmu
Yang lena beradu
Di kelambu sutera.
.. Ku tarik jendela rindu
.. Agar bayu mencuri masuk
.. Mencuit lembut di pipimu
.. Sambil berbisik
.. Aku tidak akan pernah jemu
.. Merinduimu saban waktu.
Haruskah aku terus berdiri
Menanti fajar menyinsing pagi.. ?











ARAFAH

  HAJIKU - SAAT ALLAH MEMELUK ERAT, AIR MATA DUKA TERLERAI  Dengan jari yang sedikit menggigil, aku membuka aplikasi itu. Dan di sana—terpam...