Thursday, 30 May 2024

PASRAH SEORANG IBU

 






Sejak derita kelahiran pertama
Bagai ombak menghempas pantai
Ibu itu menatang gembira
Air mata berjuraian
Tangisan bayinya
Menghapus segala kesakitan
   Jari jemari kecil
Diusapnya berkali kali
Bagai menatang cahaya
Menyinari hidupnya.
   Sejak langkah pertama anaknya
Berhinrah ke kota
Air matanya berjuraian
Bak air surut di kuala.
   Sejak itu dia menanti
Kepulangan anaknya
Bagai menanti air pasang
Di pantai gersang.

Wednesday, 22 May 2024

UNTUK SIAPAKAH AKU

 



Seorang demi seorang
Berlalu dariku
Entah di sisi siapa
Agaknya kini.
Bahagia..
Atau deritakah 
Yang memayungi hidup mereka
Aku tak pasti..
Yang pastinya
Mereka telah ditakdirkan
Bukan untuk ku
Dan... Aku bukan untuk mereka
Lalu... Untuk siapakah aku.



SATU JAWAPAN KEPADA SATU PERTANYAAN TANPA TANDA

 


Telah kubaca segala-galanya
Puisimu dan dirimu
Walau aku bisa jadi bingung
Telah ku baca kebingungan itu.
    Haruskah ku catitkan semuanya
    Apa masih ada sesiapa
    Yang belum mengetahui.
Pengalaman
Kau dan aku adalah pengalaman
Bagaimana titis-titis hujan menemukan
Kekinian pada hari lalunya.
    Begitulah kita bisa menjadi apa saja
    Bila nanti kita dilahirkan kembali
    Atas nama budi dan bakti.
Bagaimana warna membezakan
Siang dari malam
Begitulah kita bisa menjadi apa saja
Bila nanti kita dilahirkan kembali
Atas nama diri dan peribadi.





PEMBURU MIMPI



Ketika dia mengatur langkahnya

Setapak demi setapak

Persis pendaki tabah

Menghimpun segala kudrat

Menjejak mimpi.

    Diluar dugaannya

   Tertewas ia

    Oleh derapan langkah-langkah liar

    Rakus dan kasar

    Memijak lumat nilai dan sopan

   Luka serta calar

   Tersiat kulit kemanusiaan.

 Namun, dari timbunan runtuhan itu

Di dirinya ada ketabahan

Si pemburu pun kian tak peduli

Semula ia mengirak daya

Menyusur kota mimpi

Dengan teguh dan yakin sendiri.



 

ARAFAH

  HAJIKU - SAAT ALLAH MEMELUK ERAT, AIR MATA DUKA TERLERAI  Dengan jari yang sedikit menggigil, aku membuka aplikasi itu. Dan di sana—terpam...