Sunday, 29 September 2024

Seperti Air Yang Mengalir

 




Bak air yang mengalir,
Tiba jua kiranya di muara waktu,
Perpisahan mengimbau makna sebuah rindu,
Pada jejak-jejak yang lalu, seribu liku.

Berdiri melihat denai-denai kenangan,
Berbunga mesra dalam jambangan ingatan,
Barangkali terdengar-dengar nanti,
Suara bisikan melankolia,
Ucap salam teman seperjuangan,
Tegur sapa, senyum tawa rakan sekerja.

Tiba waktunya untuk menyusun jemari,
Membuang segala kerikil bersalut di hati,
yang terkhilaf dimaafi,
yang sesal diinsafi,
yang lebih dibahagi,
yang kurang dilengkapi,
Agar saat perpisahan ini indah,
Terlerai segala durja gundah,
Tersirna cebisan amarah,
Terurai segala yang bercanggah.

Sunday, 1 September 2024

Selembut Kasih Ibu

 Selembut Kasih Ibu



Terbaring lunglai tiada daya
Tatapan hampa tiada ceria
Senyum tipis tertahan lemah
Genggamanmu lembut
penuh kasih
Tanpa suara kau pandangi kami
Seolah ingin menembus dinding hati
Linangan airmatamu di sudut pipi
Seolah tanda kau takkan bersama lagi.

Ibu…
Masih terbayang belaian tanganmu
Masih terasa hangat kecupan di dahiku
Setumpuk sesal ku kini tiada arti
Belum sempat ku berbakti
Ku bermunajat memohon doa
Ampuni ibuku dari segala dosa
Terimalah semua amal ibadahnya
Dan ada di tempat yang paling mulia.

Irama Hidupku


 Irama Hidupku


Irama kehidupanku kadang tak seindah syair lagu
Gelak tawa canda ceria, dan tangis pilu
Silih berganti, mewarnai, menghiasi duniaku
Menyusuri setiap jalan dan alur kisahku
Hari hariku kadang tak semulus jalan tak berbatu
Kadang lurus, kadang berliku
Saat diri terasa rapuh
Saat diri hampir jatuh
Ada tangan menyambutku
Membenamkanku dalam pelukanmu
Kaukah dewa penolongku?
Kaukah pangeran pembelaku?

Yaaa Robb…dalam sujudku
Ku bersimpuh penuh haru
Kuagungkan kuasaMu
Hingga tak ada lagi ragu

Pelabuhan Abadi


 Pelabuhan Abadi


Andai waktu bisa terulang kembali
Ke masa masa indah dulu
Saat kita bahagia
Sarat penuh mesra
Berdua telah kita lewati
Arungi bahtera menuju samudera
Kayuh sampan suka duka
Bersamamu
Kutemui arti cinta sesungguhnya
Kudapati makna setia
Bersamamu
Saling mengisi hati
Saling menguatkan jiwa
Hingga kita sampai di pelabuhan abadi

Lukisan Langit Pagi

 


Lukisan
Menghiasi langit pagi
Menambah kedamaian hati
Membuat kekaguman mata
Awan hitam yang menyelimuti
Kini berubah menjadi awan biru keindahan
Menjadi langit menakjubkan
Angin bertiup lirih
Menikmati panorama pagi hari
Merasakan sejuknya alam yang damai
Begitu indahnya lukisan pagi
Sang Pencipta abadi.

Do’a Tulus Untuk Ayah Ibu



Ya Allah, ampunilah kedua ibu bapa ku
Terimalah amalan baik mereka
Dan tingkatkanlah pahala dan rahmat untuk mereka
Ya Allah, setiap titik susu ibu yang mengalir
Dalam diri ku
Engkau gantikan dengan kebajikan
Yang boleh membawanya
Kepada syurgaMu Ya Allah
Ya Allah, setiap titik keringat yang mengalir pada tubuh ayahku
Dalam mencari rezeki untuk keluarga
Engkau gantikanlah dengan keampunan
Yang membawanya kepada syurgaMu ya Allah
Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin

ARAFAH

  HAJIKU - SAAT ALLAH MEMELUK ERAT, AIR MATA DUKA TERLERAI  Dengan jari yang sedikit menggigil, aku membuka aplikasi itu. Dan di sana—terpam...