Thursday, 2 June 2022

KITA SEMAKIN JAUH

Ada kepiluan terlontar
dari nyanyian dan kicau
burung-burung itu
ia semakin kehilangan pohon
untuk berteduh
ia semakin kehilangan taman
untuk bermain. 

Ada keresahan sarat berguling
dalam arus sungai itu
ia sudah kehilangan arah
tanpa jeram dan batu-batu
atau senda ikan jinak
yang damail lagi mengasyikkan. 

Kota ini kian lemas
di jaring kesesakan
wajah kita kian hitam 
dibalut kecemaran. 

Kita sebenarnya semakin terpisah
dari keramahan sepoi angin. 
Kita sebenarnya semakin jauh
dari kelembutan gemersik daun. 

Yang tinggal hanyalah
kotak-kotak dari batu. 
Rimas, panas dan menipukan. 
















No comments:

Post a Comment

ARAFAH

  HAJIKU - SAAT ALLAH MEMELUK ERAT, AIR MATA DUKA TERLERAI  Dengan jari yang sedikit menggigil, aku membuka aplikasi itu. Dan di sana—terpam...