Aku bicara dengan Jumaat,
dalam sepi dan sunyi malam,
merenung masa lalu yang kelam,
sesal dan tangis silih berganti,
mengingat dosa tanpa henti.
dalam sepi dan sunyi malam,
merenung masa lalu yang kelam,
sesal dan tangis silih berganti,
mengingat dosa tanpa henti.
Aku tanya dengan Jumaat,
tentang pengajaran hidup yang kujalani,
liku-liku dan jalan yang berliku,
tangis dan tawa yang menemani,
menjadikan aku lebih mengerti.
tentang pengajaran hidup yang kujalani,
liku-liku dan jalan yang berliku,
tangis dan tawa yang menemani,
menjadikan aku lebih mengerti.
Aku kongsi dengan Jumaat,
tentang cinta yang tulus pada keluarga,
kehangatan yang tak terganti,
kasih sayang yang abadi,
menjadi sandaran dalam hidup ini.
tentang cinta yang tulus pada keluarga,
kehangatan yang tak terganti,
kasih sayang yang abadi,
menjadi sandaran dalam hidup ini.
Aku luah dengan Jumaat,
tentang beban yang menghimpit jiwa,
ketidak pastian dan keraguan,
mencari kekuatan dalam doa,
memohon petunjuk dan redha.
tentang beban yang menghimpit jiwa,
ketidak pastian dan keraguan,
mencari kekuatan dalam doa,
memohon petunjuk dan redha.
Aku menangis dengan Jumaat,
mengenang masa-masa yang lalu,
kesilapan dan dosa yang terlewat,
memohon ampun dari Yang Maha Esa,
Mencari ketenangan dalam taubat.
mengenang masa-masa yang lalu,
kesilapan dan dosa yang terlewat,
memohon ampun dari Yang Maha Esa,
Mencari ketenangan dalam taubat.
Aku sesal dengan Jumaat,
atas segala dosa yang kuperbuat,
dalam keheningan dan kesepian,
mengharapkan rahmat dan keampunan,
agar hati ini damai dan tenang.
atas segala dosa yang kuperbuat,
dalam keheningan dan kesepian,
mengharapkan rahmat dan keampunan,
agar hati ini damai dan tenang.
Aku sedar pada Jumaat
Dalam refleksi kehidupan ini,
aku temukan kekuatan abadi.

No comments:
Post a Comment