Semasa pertempuran
Kau diam menadah tubuhmu
Kau diam menadah tubuhmu
Ke langit bingar.
Kau bertahan kesejukan
Sambil merasa girimis
Hujan jatu
Menimpa tubuh lukamu.
Kau diam menepis petir mengkilati
Pohon-pohon di bumimu
Kau bertahan,
Bertahan dengan teguh
Sianghari yang selalu
Menjelma esoknya.

No comments:
Post a Comment