Sunday, 29 June 2025

Baitullah

 



JIKA BENAR INI TAWAFKU YANG TERAKHIR….


Di bawah langit biru yang tiada cela,

Langkahku beriring jutaan jiwa,

Di sekeliling Kaabah yang agung bercahaya,

Kupintal doa dalam rintih yang hiba.


Tawaf ini bukan sekadar pusingan,

Ia rintihan hati penuh pengharapan,

Air mata gugur bukan kerana duka,

Tapi syukur yang terlalu dalam tak terkata.


Dalam lautan manusia berselimut ihram,

Aku insan kerdil dalam laungan azan,

Solat Jumaat terakhir ini bukan penutup,

Tapi permulaan rindu yang tiada susut.


Kupandang langit, kupandang Kaabah,

Bergetar jiwa, menggigil tubuh lemah,

“Ya Allah, Engkau yang memilih aku ke sini,”

Bisikku pilu sambil hati menangisi.


Terlalu banyak dosa ku bawa,

Namun Engkau izinkan aku tiba,

Di sini aku belajar erti tunduk dan redha,

Di sini aku kenal makna cinta sebenar pada Pencipta.


Andai ini pertemuan terakhir,

Izinkan aku simpan kenangan ini hingga akhir,

Namun hatiku berjanji dan berikrar,

Aku akan kembali, ya Allah, aku akan datang lagi — menyahut seruanMu yang benar.


Kaabah, saksi airmata dan taubatku,

Masjidil Haram, pengubat rindu hatiku,

Wahai bumi yang dimuliakan Tuhan,

Satu hari nanti… akan ku jejakmu semula dengan penuh kerinduan. 










No comments:

Post a Comment

ARAFAH

  HAJIKU - SAAT ALLAH MEMELUK ERAT, AIR MATA DUKA TERLERAI  Dengan jari yang sedikit menggigil, aku membuka aplikasi itu. Dan di sana—terpam...