Friday, 11 March 2022

NOSTALGIA TAK TERCATAT

 Angin barat telah bertiup
memupuk kenangan
membawanya jauh.
Sedang kita masih di tambatan ini
mengutip teritip di perbatuan
yang berlari pantas
meninggalkan kita termengah-mengah.

Masihkah engkau lagi
atau aku yang paling setia
emnunggu ribut ini
bilakah redanya.

Ombak dan laut
pantai dan pohon rimbun
atau camar yang menongkah angin
adalah kita di sini
memaknakan sebuah kehidupan
yang tak terlaksana.

Kini segalanya sudah teradun
menjadi warna pelangi
bakal tidak dikenalpasti.
Apakah ini sesungguhnya ingatan
atau inikah kenangan
yang tidak dicatatkan.






No comments:

Post a Comment

ARAFAH

  HAJIKU - SAAT ALLAH MEMELUK ERAT, AIR MATA DUKA TERLERAI  Dengan jari yang sedikit menggigil, aku membuka aplikasi itu. Dan di sana—terpam...