kemanakah telah kuserakka
apakah masih pedih luka kenangan
atas sekadar sedih tak berperenggan.
Kau ambillah kain limbarku ini
bayangkanlah luka di perut malam
bebatkan luka di kalbu pagi
Katamkan ranting cemburu
repihkan tunas prasangka
di taman yang kau angankan
rentasilah tanah makan cinta itu
hingga tubuhma berbau kemboja
aku pun lantas sudi
mencabut kemuncup dan melurut
bunga rampai di kakimu
Kau harus tahu meletakkan pembahagi
di antara dendam dan iri
sebelum mendongengkan kembali
wanita gundahmu yang tak bersimpul itu.


No comments:
Post a Comment